IDI Kubu Raya: Influenza A Tak Bisa Dipastikan Hanya dari Gejala

kalbar.akurat.co – Infeksi influenza tidak selalu berhenti pada demam dan batuk. Pada kelompok tertentu, penyakit ini dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius dan memicu komplikasi, sehingga masyarakat perlu mengenali gejala serta tanda bahaya sejak awal. Masalahnya, gejala influenza A kerap mirip dengan batuk-pilek biasa maupun infeksi saluran pernapasan lainnya.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Kubu Raya dr. Hendy Stio Iwantono saat ditemui, Rabu (30/9/2026), mengatakan masyarakat tidak sebaiknya memastikan sendiri jenis infeksi hanya berdasarkan keluhan yang dirasakan.
“Secara klinis, influenza A tidak selalu dapat dibedakan dengan pasti hanya dari gejala, karena keluhannya dapat menyerupai batuk-pilek biasa, COVID-19 atau infeksi saluran pernapasan lainnya. Kepastian diagnosis dapat memerlukan pemeriksaan, terutama pada kelompok berisiko,” kata Hendy.
Menurutnya, perbedaan influenza dan *common cold* terutama terletak pada penyebabnya. Batuk-pilek biasa paling sering disebabkan rhinovirus, tetapi dapat pula dipicu coronavirus non-COVID, Respiratory Syncytial Virus (RSV), parainfluenza, adenovirus dan enterovirus.
Sementara influenza disebabkan virus influenza. Influenza A memiliki berbagai subtipe, seperti H1N1 dan H3N2, sedangkan influenza B lebih banyak menyebabkan epidemi musiman pada manusia. Influenza C umumnya menyebabkan infeksi pernapasan yang lebih ringan.
Gejala yang perlu diperhatikan meliputi demam atau menggigil, batuk terutama batuk kering, sakit tenggorokan, hidung berair atau tersumbat, sakit kepala, nyeri otot atau badan terasa pegal, serta kelelahan yang cukup berat. Pada sebagian anak dapat muncul muntah atau diare.
Risiko komplikasi perlu lebih diperhatikan pada bayi dan anak kecil, lanjut usia, ibu hamil serta orang dengan penyakit kronis seperti penyakit jantung, paru, diabetes atau gangguan imunitas.
Masyarakat dianjurkan memeriksakan diri apabila gejala semakin berat, memburuk atau tidak membaik setelah beberapa hari. Tanda seperti sesak atau sulit bernapas, nyeri atau tekanan di dada, kebiruan pada bibir atau wajah, penurunan kesadaran, kebingungan, sulit dibangunkan, dehidrasi berat atau tidak mampu minum memerlukan penanganan medis segera.
Pada anak, orang tua perlu mewaspadai napas cepat atau sulit bernapas, sangat lemas, tidak mau minum, kejang atau tampak tidak responsif. Demam atau batuk yang kembali memburuk setelah sempat membaik juga perlu diperiksa.
Hendy mengingatkan masyarakat agar tidak berfokus menebak jenis virus berdasarkan gejala. Ketika mengalami demam atau meriang disertai batuk, pegal, sakit kepala dan lemas, masyarakat dapat beristirahat, menjaga asupan cairan, membatasi kontak dengan orang lain dan menggunakan masker, khususnya ketika berada di sekitar kelompok rentan.
“Jangan mencoba memastikan sendiri bahwa gejala tersebut adalah influenza A. Jika keluhan semakin berat, tidak membaik setelah beberapa hari atau muncul tanda bahaya, segera periksa ke fasilitas kesehatan, terutama bagi kelompok yang berisiko,” ujarnya.
Mengenali tanda bahaya dan tidak menunda pemeriksaan menjadi langkah penting, terutama bagi kelompok rentan. Penanganan lebih cepat dibutuhkan ketika gejala memburuk agar risiko komplikasi dapat ditekan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1SPM Desak Dialog Dibuka, Tolak Penghalangan Rencana Kehadiran UAS di Sanggau
- 2IPM Kubu Raya Soroti Sulitnya Izin Gunakan Fasilitas AUM
- 3Video Ojol Dilarang Jemput di Pelabuhan Rasau Jaya Viral, Aturan Titik Jemput Dipersoalkan
- 4PT SMS Bantah Ubah Kebun Mitra Jadi Galian C, Tegaskan Bahwa Itu Pembangunan Embung Untuk Bantu Perumahan Dan Kebun Warga Untuk Hadapi Karhutla
- 5Antrean Solar Subsidi Kendaraan Besar Dibatasi Mulai 1 Oktober
- 6BKPRMI Kalbar Siapkan Imam dan Khatib dari Tingkat Desa
- 7Udara Mulai Membaik, Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya Bagikan 3.000 Masker
- 8Bawaslu Soroti Data PMI dan Wilayah Perbatasan dalam Pemutakhiran Pemilih Kubu Raya
- 9PT SMS Bantah Ubah Kebun Mitra Jadi Galian C, Tegaskan Bahwa Itu Pembangunan Embung Untuk Bantu Perumahan Dan Kebun Warga Untuk Hadapi Karhutla
- 10IPM Kubu Raya Soroti Sulitnya Izin Gunakan Fasilitas AUM








