Kalbar

PT SMS Bantah Ubah Kebun Mitra Jadi Galian C, Tegaskan Bahwa Itu Pembangunan Embung Untuk Bantu Perumahan Dan Kebun Warga Untuk Hadapi Karhutla

Rifqi Al Furqon | 30 September 2026, 16:44 WIB
PT SMS Bantah Ubah Kebun Mitra Jadi Galian C, Tegaskan Bahwa Itu Pembangunan Embung Untuk Bantu Perumahan Dan Kebun Warga Untuk Hadapi Karhutla
Kondisi lubang galian yang dipersiapkan untuk pembangunan embung di area perkebunan Hak Guna Usaha (HGU) PT Satria Multi Sukses (SMS), Kecamatan Sebangki, Kabupaten Landak. Pihak manajemen membantah keras tuduhan yang menyebut bahwa areal tersebut dialihfungsikan menjadi lokasi tambang galian C. Perusahaan menegaskan pembuatan embung tersebut murni bertujuan untuk menyediakan cadangan sumber air guna mengantisipasi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di masa kemarau.

Kalbar.akurat.co — PT Satria Multi Sukses (SMS) membantah pemberitaan yang menyebut perusahaan mengubah kebun mitra menjadi area galian C. Manajemen PT SMS menegaskan, aktivitas yang dilakukan berada di lahan perusahaan sendiri yang telah memiliki Hak Guna Usaha (HGU) dan masuk dalam Izin Usaha Perkebunan (IUP).

Head of Legal PT Satria Multisukses, Andreas Lani, mengatakan pihaknya merasa dirugikan atas pemberitaan yang beredar melalui media serta platform TikTok dan Instagram pada 18 dan 19 September 2026.

Menurut Andreas, lokasi yang ditampilkan dalam pemberitaan merupakan areal PT SMS di Kecamatan Sebangki, Kabupaten Landak , bukan lahan milik masyarakat yang kemudian dialihfungsikan menjadi galian C. Ia menegaskan, sebelum pengelolaan dilakukan, perusahaan juga telah menyelesaikan ganti rugi tanam tumbuh kepada masyarakat dan areal tersebut telah memiliki HGU serta berada dalam IUP perusahaan.

“Dilakukan manajemen di lahan sendiri, sudah ganti rugi tanam tumbuh kepada masyarakat dan sudah ada HGU. Areanya juga masuk IUP,” ujar Andreas.

Andreas menjelaskan, pengambilan material laterit di lokasi tersebut dilakukan dalam rangka persiapan pembangunan embung untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan karena perusahaan melihat ketersediaan sumber air di sekitar perkebunan masih terbatas, terutama ketika memasuki musim kemarau.

“Pengambilan laterit yang ada di situ semata-mata persiapan untuk membangun embung karhutla. Kita melihat ketika terjadi karhutla di Kalimantan Barat, sumber air kita kering dan banyak yang tidak bisa melakukan secara maksimal untuk pemadaman,” jelasnya.

Karena itu, kata Andreas, manajemen PT SMS memandang perlu mempersiapkan cadangan air yang memadai di sekitar area perkebunan. Terlebih, di sekitar lokasi juga terdapat kebun masyarakat dan permukiman.

Rencananya, perusahaan akan membangun embung dengan kapasitas yang lebih besar dibandingkan embung yang telah tersedia saat ini.

Andreas menyebut, keberadaan embung tersebut diharapkan dapat membantu apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan di sekitar wilayah perkebunan.

Selain untuk persiapan pembangunan embung, material hasil galian juga dimanfaatkan untuk mendukung pemeliharaan jalan, baik jalan blok perusahaan maupun jalan yang digunakan masyarakat.

“Galian-galian yang ada di situ dipergunakan untuk jalan-jalan, baik jalan blok perusahaan maupun jalan-jalan umum yang bisa dilalui oleh masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, lokasi perkebunan berada di sekitar kawasan permukiman sehingga perusahaan juga berkepentingan menjaga kondisi jalan yang digunakan masyarakat umum.

Andreas menegaskan, seluruh kegiatan tersebut dilakukan dalam konteks pengelolaan areal perusahaan dan persiapan menghadapi potensi karhutla. PT SMS juga telah berkoordinasi dengan dinas terkait mengenai kegiatan yang dilakukan.

“Pihak manajemen, pihak perusahaan harus betul-betul menjaga kualitas jalan yang dilalui oleh masyarakat umum,” ujarnya.

Atas pemberitaan yang menyebut PT SMS mengubah kebun mitra menjadi galian C, Andreas kembali menegaskan keberatan pihak perusahaan

“Kami dari manajemen sangat keberatan karena pemberitaan di media tersebut, yang sangat tendensius

secara terstruktur, sistematis dan masif dalam menyerang kehormatan dan nama baik PT Satria Multi Sukses” tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.