Kalbar

IDI Kubu Raya Imbau Warga Waspadai Dampak Kabut Asap Karhutla

Unggul Ali Sadewo | 13 Agustus 2026, 08:16 WIB
IDI Kubu Raya Imbau Warga Waspadai Dampak Kabut Asap Karhutla
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Kubu Raya, dr. Hendy Stio Iwantono - Unggul

kalbar.akurat.co — Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap di sejumlah wilayah Kalimantan Barat menjadi perhatian karena dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Kubu Raya, dr. Hendy Stio Iwantono, saat ditemui awak media pada Rabu (12/8/2026), mengimbau masyarakat untuk meningkatkan perlindungan diri selama kondisi udara masih dipengaruhi asap karhutla.

Ia meminta masyarakat selalu menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Jika harus berada di luar rumah dalam waktu cukup lama, masyarakat disarankan menggunakan masker jenis KN95 atau KF94 untuk membantu mengurangi paparan partikel dari udara tercemar.

Selain penggunaan masker, Hendy mengingatkan masyarakat untuk mencukupi kebutuhan air putih, serta menutup jendela dan pintu rumah rapat-rapat agar asap dari luar tidak mudah masuk ke dalam rumah.

“Kalau harus keluar rumah, gunakan masker. Terutama jika berada di luar dalam waktu lama, sebaiknya menggunakan masker KN95 atau KF94. Jangan lupa minum air putih yang cukup dan tutup jendela rapat-rapat,” ujarnya.

Hendy menambahkan, dampak kesehatan akibat karhutla pada musim kemarau tidak hanya berkaitan dengan gangguan pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Masyarakat juga perlu mewaspadai penyakit diare apabila mengonsumsi atau mengolah air payau yang tidak layak untuk dikonsumsi.

Menurutnya, menjaga kualitas air dan memastikan air yang digunakan untuk minum maupun mengolah makanan aman menjadi hal penting selama musim kemarau.

Ia juga mengimbau masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan, khususnya sesak napas, untuk segera mendapatkan pertolongan medis.

“Jika mengalami sesak napas, segera hubungi atau datang ke puskesmas terdekat maupun rumah sakit agar bisa mendapatkan penanganan lebih cepat,” katanya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.